My Life 16 : Thanks for A Chance

0
23.04
Thanks for a precious chance. Meskipun pada akhirnya aku tau ini belum saatnya.
Aku seneng akhirnya ada yang mau mengerti. Ahaha, dari awal yang nggak disengaja. Tapi aku yakin, Alloh sudah mengatur segalanya dengan pasti :)
Awalnya, aku diberi tahu Nina, kalau aku masuk tim soal fisika. Buat SSO 13 nanti. Aku kaget, yang benar saja, dapat basic fisika darimana aku ini? Seenggaknya kan kalo nggak biologi ya matematika --
Ternyata Nina juga berpikiran kayak gitu, dia tahu aku nggak begitu suka fisika, tapi berhubung dipaksa sama Mbak Mala, jadilah dia mendaftarkan aku jadi salah satu calonnya. Dan aku cukup bersyukur, setidaknya keinginanku terkabulkan (namun ternyata Alloh punya rencana lain).
Keesokan harinya, aku bertemu sama Mbak Alif dan Mbak Agista, di sebuah rumah makan. Rumah makan Mak Dayat :D
Aku teringat sesuatu, akan tawaran Mbak Alif mengenai OSN Kimia.
"Mbak Alif, aku kayaknya nggak bisa. Nggak apa kan Mbak?"
"Oalah, iya de, nggak apa. Kenapa sih, kamu masih mau nungguin biologi tah?"
Glek. Aku mikir, ini Mbak kenapa bisa tau?
Dan tanpa aku sempat menjawab (aku malu bro, di situ ada Mbak Gista yang notabene ikut OSN Bio. Aduh --) Mbak Alif langsung ngomong :

"Gis, itu lho, kamu kan OSN Bio, masih ada tempat nggak buat dia?" Kata Mbak Alif sambil narik aku.
"Ada kok...." sebelum Mbak Gista bicara lebih panjang, aku berinisiatif motong duluan.
"Tapi Mbak udah tes kan ya? Tuh Mbak Alif.." Aku lega menemukan pembelaan. Meskipun jujur, aku ingiiiin banget ikut. Tapi kalo aku ikut sekarang sama aja aku curang dan nggak tau diri.
"Iya sih de, udah tes." Kata Mbak Gista sambil mikir. Mungkin Mbak Gista dari awal udah mau nyangkal Mbak Alif, tapi nggak enak sama aku.
"Oh! Kalau gitu, Gis, jadiin tim soal aja!" What? Mbak Aliiif! Aku natep Mbak Alif dengan rada-rada sebel. Duuuh, Mbak, aku malu lho :'(
Tapi seketika wajah Mbak Gista berubah cerah. (Nah lho, aku juga nggak tau kenapa).
"Ah iya de. Nanti ya, aku ajuin ke panitia. Kamu nggak ikut matematika kan?" Tanya Mbak Gista.
Aku bingung, "Ng.. nggak kok Mbak, lagian aku nggak tau ditugasin apa nanti."
"Bagus deh." Mbak Gista ngangguk-ngangguk.
"Tapi Mbak, aku nggak lulus seleksi kemarin itu." Aish, sumpah, aku maluuu banget sama omonganku satu ini.
Mbak Alif senyum, dan bilang, " Nggak apa de, kamu kan paralel. Jadi nggak usah khawatir oke."
Aku mati kutu. Mbak Gista kayaknya udah ngerancang sesuatu dalam pikirannya. Aiish --
Alhasil, mau nggak mau hatiku berbunga-bunga banget saat itu. Seneng lah, impianku dari pertama tau SSO, ya jadi tim soal, dan pastinya biologi. Wes, seketika aku mengabaikan pemberitahuan Nina tentang fisika. Ah, ada bio, ngapain masih mikirin fisika? :D

Dan keesokan harinya lagi...
"Maitsa!" Mbak Gista berlari ke arahku. Aku berhenti sejenak.
"Iya Mbak?"
"Begini, tadi aku udah bilang ke panitia, tapi mereka bilang kamu udah jadi seksi akomodasi, jadi nggak bisa. Maaf ya de."
Ah, begini rasanya kecewa. Aku nggak mungkir kalo ada rasa kecewa perlahan menyelinap di rongga taman hatiku yang kemarin berbunga. Tapi, aku coba untuk tersenyum.
"Oh ya Mbak, nggak apa. Makasih ya Mbak.." Atas kesempatannya... Lanjutku dalam hati.
Mbak Gista berlalu. Dan aku menenangkan diri.
Tenang Rani, Alloh selalu adil. Wa lal aakhirotu khoirul laka minal uula.
Bismillah, sekarang tinggallah usahamu. Orang-orang sudah tahu, tinggal bakat dan kemampuanmu. Tunjukkan, Rani!
Fighting! ^^9

About the author

Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 comments:

Thanks for read, leave a cool comment, fellas =)