My Life 21 : Galau T~T
3
Iiiih! Kamu tahu aku kenapa?
Nggak tau?
Aku juga nggak tahu aku kenapa! ><
Entah kalian mau bilang aku gimana ya. Pokoknya aku pengen banget dari dulu ngeluarin statement ini!
Please. Aku ngerti kalau kalian marah, jengkel, sebel, sentimen, atau apalah sama aku. Aku ini 'tahu'. Ya know? Aku tahu. Aku tahu apa yang kalian rasakan ke aku. Per individu!
Dan mungkin, nggak tau juga yaa. Aku ini, entah itu namanya ge er atau apa pun. Tapi aku selalu merasa. Seandainya kalo ada anak yang agak sentimen gimanaa gitu, rasanya bakal beda banget.
Kasus sekarang :
Ada anak, nggak usah aku sebutin deh ya ^^. Pas semester satu akhir, dia itu lumayan deket lah sama aku. Apalagi pas lagi liburan semesternya tuh. Sampe sempet smsan segala. Pokoknya, dia itu kategori anak yang cheer up banget. Selalu positive. Sebagaimana pun lingkungan udah ngecap dia buruk. Kayaknya dia terus maju. Life must goes on, kan.
Kemudian, beberapa saat setelah liburan, aku udah jarang comment-an, wall-an, message-an, atau apa pun sama dia. Dia ngeluarin status pun udah mulai jarang aku like atau sekedar komen basa basi. Dan apa hasilnya? Sekarang.. dia masih, masih tetap komen di statusku, atau apa apa yang berhubungan denganku, tapi, setelah aku komen lagi, dia nggak nanggepin. Acuh. Suer acuh banget. He ignores everything I said, I did.
And just now. Ya know? Dia ngechat aku, dan dengan basa-basinya bilang ... ah ya gitu deh pokoknya (saya nggak mau mbongkar rahasia). Terus juga udah kubalas, tapi apa tanggapannya? Nol, friend! Dia nggak bales apa pun! Aku sampe ngeluh dalam hati, Ya Alloh, ini anak kenapa? Aku salah apa? Sampai-sampai aku bertindak bodoh dengan bilang ada sesuatu yang nggak beres dengan akunnya. Argh! Aku kenapa? Aku 'suka' dia? Ah, nggak nggak. Jujur nggak, aku nggak 'suka' sama dia. He's just my friend, a little best friend. Aku nggak mau dia sebel sama aku. Aku nggak mau dia bikin status yang bikin aku ngerasa aku udah nyampakkin dia. Ya Alloh, kayak apaan aja deh inii ><
Tapi sumpah, rasanya segala curcolan dia di fb tuh menusuk banget. Maybe he doesn't feel this. But I know what you don't know friend.. Please. Be honest with me.
Ya Alloh.. aku bingung. Apa sih yang harus aku lakukan? Kayaknya setiap aku punya teman laki laki, selalu begini.
Tolong, aku nggak ingin ngerasain ini lagi. Aku nggak mau terjebak dalam perasaan buruk yang aku sendiri nggak tahu itu nyata ataukah maya.
Tolong, mungkin nggak semua harus berjalan seperti keinginanmu kan? Aku menjauh nggak berarti aku nggak mau temenan sama kamu. Aku cuma takut, ada sesuatu. Yang berujung pada fitnah, apa itu nggak buruk?
Tolong, sekali lagi. Mengerti, understanding me. Kau temanku kah? Ada banyak hal yang perlu kau ketahui di dunia ini sebagai seorang teman. T~T
Hiks. Entahlah, aku galau.
Nggak tau?
Aku juga nggak tahu aku kenapa! ><
Entah kalian mau bilang aku gimana ya. Pokoknya aku pengen banget dari dulu ngeluarin statement ini!
Please. Aku ngerti kalau kalian marah, jengkel, sebel, sentimen, atau apalah sama aku. Aku ini 'tahu'. Ya know? Aku tahu. Aku tahu apa yang kalian rasakan ke aku. Per individu!
Dan mungkin, nggak tau juga yaa. Aku ini, entah itu namanya ge er atau apa pun. Tapi aku selalu merasa. Seandainya kalo ada anak yang agak sentimen gimanaa gitu, rasanya bakal beda banget.
Kasus sekarang :
Ada anak, nggak usah aku sebutin deh ya ^^. Pas semester satu akhir, dia itu lumayan deket lah sama aku. Apalagi pas lagi liburan semesternya tuh. Sampe sempet smsan segala. Pokoknya, dia itu kategori anak yang cheer up banget. Selalu positive. Sebagaimana pun lingkungan udah ngecap dia buruk. Kayaknya dia terus maju. Life must goes on, kan.
Kemudian, beberapa saat setelah liburan, aku udah jarang comment-an, wall-an, message-an, atau apa pun sama dia. Dia ngeluarin status pun udah mulai jarang aku like atau sekedar komen basa basi. Dan apa hasilnya? Sekarang.. dia masih, masih tetap komen di statusku, atau apa apa yang berhubungan denganku, tapi, setelah aku komen lagi, dia nggak nanggepin. Acuh. Suer acuh banget. He ignores everything I said, I did.
And just now. Ya know? Dia ngechat aku, dan dengan basa-basinya bilang ... ah ya gitu deh pokoknya (saya nggak mau mbongkar rahasia). Terus juga udah kubalas, tapi apa tanggapannya? Nol, friend! Dia nggak bales apa pun! Aku sampe ngeluh dalam hati, Ya Alloh, ini anak kenapa? Aku salah apa? Sampai-sampai aku bertindak bodoh dengan bilang ada sesuatu yang nggak beres dengan akunnya. Argh! Aku kenapa? Aku 'suka' dia? Ah, nggak nggak. Jujur nggak, aku nggak 'suka' sama dia. He's just my friend, a little best friend. Aku nggak mau dia sebel sama aku. Aku nggak mau dia bikin status yang bikin aku ngerasa aku udah nyampakkin dia. Ya Alloh, kayak apaan aja deh inii ><
Tapi sumpah, rasanya segala curcolan dia di fb tuh menusuk banget. Maybe he doesn't feel this. But I know what you don't know friend.. Please. Be honest with me.
Ya Alloh.. aku bingung. Apa sih yang harus aku lakukan? Kayaknya setiap aku punya teman laki laki, selalu begini.
Tolong, aku nggak ingin ngerasain ini lagi. Aku nggak mau terjebak dalam perasaan buruk yang aku sendiri nggak tahu itu nyata ataukah maya.
Tolong, mungkin nggak semua harus berjalan seperti keinginanmu kan? Aku menjauh nggak berarti aku nggak mau temenan sama kamu. Aku cuma takut, ada sesuatu. Yang berujung pada fitnah, apa itu nggak buruk?
Tolong, sekali lagi. Mengerti, understanding me. Kau temanku kah? Ada banyak hal yang perlu kau ketahui di dunia ini sebagai seorang teman. T~T
Hiks. Entahlah, aku galau.
memang kadang tujuan dari perilaku kita itu ga selalu sama ketangkepnya sama org lain :D
BalasHapusbe patient ran :D
Yep yan. Hiia, aku teh cuma takut anaknya ngerasa tak apa apain. Hadoh, padahal nggak maksud aku =(
BalasHapusWoa dian woa dian woa dian woa diaaan ><
coba aja bilang sama temen kamunya , maksud kamu yg sebenernya tuh giniii.. gituhh. biar gak salah paham :D
BalasHapus*btw aku bales komennya telat (banget) ya .. hehehe,, sorry :D