My Life 25 : More Than Before
0
Alloh~
Hidup itu, nggak terasa ternyata semakin bertambah pelik dari hari ke hari.
Dulu, pas aku TK, masalah bagiku adalah kalau aku nggak bisa nonton film Doraemon setiap Ahad. Atau saat orang tuaku menolak ketika aku mengajak pergi main ke Timezone.
SD kelas 1, masalah adalah ketika aku nggak bisa berangkat sekolah pagi gara-gara bangun telat, atau ibuku yang terlambat mengantar.
SD kelas 2, masalah adalah ketika aku diketawain pas masuk kelas pakai kerudung tapi seragam SD-ku berlengan pendek -.-
SD kelas 3,4,5 masalah bagiku adalah saat aku nggak bisa mengerjakan PR dengan baik, saat aku tahu ternyata dunia ini mengenal kata persaingan, dan adalah hal yang buruk ketika aku nggak bisa dapat peringkat yang memuaskan.
SD kelas 6, masalah mulai bervariasi, mulai dari masalah teman, hendak UN, sampai.. ah.. itulah. Pokoknya ada-ada saja.
SMP kelas 7, aku nggak bisa beradaptasi dengan teman secara cepat termyata. Jadi sulit bagiku untuk hidup di asrama, sementara teman-teman di sekitarku termasuk sedikit.;
SMP kelas 8, aku semakin bisa berkawan dan ejekan mulai menerjang menyerang tanpa sungkan, hah -.-
SMP kelas 9, yaah... pokoknya ini masa paling berat. Aku ngerasa hidupku kacau di sini. In the middle way of my ninth grade. Udah gitu galau milih sekolah pula --a
SMA kelas 10.. yaitu sekaraang... TARA!
Masalah subhanalloh... gak bisa aku sebutin satu per satu, pokoknya dijamin buanyaaak banget. Mulai dari galau tugas merajalela, galau pengen pulang, galau ingin cepet liburan, masa-masa sulit ketika kantong kering, persaingan di kelas yang harus mendapatkan perhatian khusus (bahkan bukan cuma di kelas, tapi di sekolah juga), kemudian masalah galau memilih sertifikasi Cambridge, galau dengan masa depanku selanjutnya, oh Alloh~
Benar, ternyata Alloh Maha Adil. Dia yang memberikan segalanya tepat pada waktunya, dimana kita siap untuk merasakan dan menanggung segala resikonya. Nggak cuma sekedar pengen jadi dewasa, kita juga udah punya jadwal kok, kapan kita dewasa dan siap bertanggung jawab dengan diri kita sendiri.
Ah, dan yang bikin galau lagi, kemarin salah satu guru di sekolah bilang, kalau sebaiknya biar bisa diterima di perguruan tinggi dengan mudah dan memanfaatkan sertifikat cambridge dengan maksimal, lebih baik kita langsung ngambil AS dan A level.
Aku sontak kaget mendengar penuturan beliau. Bagaimana bisa? Apalagi next periode ini kan Oct-Nov yang katanya soalnya lebih susah dibanding May-June.
Tapii...
Yaah...
Aku binguuung...
Bismillah aja ... :D
Hidup itu, nggak terasa ternyata semakin bertambah pelik dari hari ke hari.
Dulu, pas aku TK, masalah bagiku adalah kalau aku nggak bisa nonton film Doraemon setiap Ahad. Atau saat orang tuaku menolak ketika aku mengajak pergi main ke Timezone.
SD kelas 1, masalah adalah ketika aku nggak bisa berangkat sekolah pagi gara-gara bangun telat, atau ibuku yang terlambat mengantar.
SD kelas 2, masalah adalah ketika aku diketawain pas masuk kelas pakai kerudung tapi seragam SD-ku berlengan pendek -.-
SD kelas 3,4,5 masalah bagiku adalah saat aku nggak bisa mengerjakan PR dengan baik, saat aku tahu ternyata dunia ini mengenal kata persaingan, dan adalah hal yang buruk ketika aku nggak bisa dapat peringkat yang memuaskan.
SD kelas 6, masalah mulai bervariasi, mulai dari masalah teman, hendak UN, sampai.. ah.. itulah. Pokoknya ada-ada saja.
SMP kelas 7, aku nggak bisa beradaptasi dengan teman secara cepat termyata. Jadi sulit bagiku untuk hidup di asrama, sementara teman-teman di sekitarku termasuk sedikit.;
SMP kelas 8, aku semakin bisa berkawan dan ejekan mulai menerjang menyerang tanpa sungkan, hah -.-
SMP kelas 9, yaah... pokoknya ini masa paling berat. Aku ngerasa hidupku kacau di sini. In the middle way of my ninth grade. Udah gitu galau milih sekolah pula --a
SMA kelas 10.. yaitu sekaraang... TARA!
Masalah subhanalloh... gak bisa aku sebutin satu per satu, pokoknya dijamin buanyaaak banget. Mulai dari galau tugas merajalela, galau pengen pulang, galau ingin cepet liburan, masa-masa sulit ketika kantong kering, persaingan di kelas yang harus mendapatkan perhatian khusus (bahkan bukan cuma di kelas, tapi di sekolah juga), kemudian masalah galau memilih sertifikasi Cambridge, galau dengan masa depanku selanjutnya, oh Alloh~
Benar, ternyata Alloh Maha Adil. Dia yang memberikan segalanya tepat pada waktunya, dimana kita siap untuk merasakan dan menanggung segala resikonya. Nggak cuma sekedar pengen jadi dewasa, kita juga udah punya jadwal kok, kapan kita dewasa dan siap bertanggung jawab dengan diri kita sendiri.
Ah, dan yang bikin galau lagi, kemarin salah satu guru di sekolah bilang, kalau sebaiknya biar bisa diterima di perguruan tinggi dengan mudah dan memanfaatkan sertifikat cambridge dengan maksimal, lebih baik kita langsung ngambil AS dan A level.
Aku sontak kaget mendengar penuturan beliau. Bagaimana bisa? Apalagi next periode ini kan Oct-Nov yang katanya soalnya lebih susah dibanding May-June.
Tapii...
Yaah...
Aku binguuung...
Bismillah aja ... :D
0 comments:
Thanks for read, leave a cool comment, fellas =)